Oleh: Dr. Diyan Herdiyantoro, S.P., M.Si.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan Mahasiswa KKNM-PPM Integratif Universitas Padjadjaran Tahun 2023/2024 dan Tahun 2024/2025 di Desa Mekarasih Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang
Pendahuluan
Biochar adalah bahan karbon yang dihasilkan dari pirolisis biomassa organik, seperti kayu dan sisa tanaman, pada suhu tinggi (400–600 °C) tanpa kehadiran atau sedikit oksigen. Proses pirolisis mengubah bahan organik menjadi karbon stabil dengan produk yang biasa disebut arang.
Biochar Meningkatkan Kesuburan Tanah | Aplikasi biochar meningkatkan aktivitas dan biodiversitas mikrob menguntungkan dalam tanah. Biochar meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) yang membantu tanah menahan dan melepaskan nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Struktur berpori biochar menyebabkan bobot isi tanah rendah sehingga menjadi gembur dan penyerapan air yang lebih baik.
Biochar Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca | Biochar menyerap karbon dalam bentuk stabil dan mengurangi jumlah karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ke atmosfer. Aplikasi biochar pada tanah sawah mengurangi emisi metana (CH4) hingga 80% dan dinitrogen oksida (N2O) hingga 50%.
Bahan dan Alat
Sekam padi merupakan limbah pertanian dari budi daya padi sawah. Limbah sekam padi berjumlah 25% dari bobot gabah kering panen. Limbah sekam padi berpotensi sebagai bahan baku biochar.
Alat yang digunakan adalah tungku pirolisator dan drum logam tanpa tutup atas-bawah dengan ukuran tinggi 88 cm dan diameter 56 cm.
Cara Kerja
- Menghidupkan tungku pirolisator dengan bahan bakar berupa potongan ranting kayu.
- Tungku pirolisator ditutup dengan drum lalu sekam padi sebanyak ± 40 kg dimasukkan di sekitar tungku pirolisator.
- Proses pirolisis berlangsung selama ± 2 jam dengan suhu mencapai 250−350 °C.
- Sekam padi telah menjadi biochar setelah seluruh bahan baku tersebut berwarna hitam. Siram dengan air dan keluarkan dari drum. Biochar telah siap untuk diaplikasikan sebagai pembenah tanah.
Berikut video proses pembuatan biochar dari sekam padi: